Minggu pagi di komplek saya merupakan hari paling favorit setiap minggunya. Buka pintu rumah, kita akan disambut oleh segarnya udara pagi dan kicauan burung. Matahari mulai malu-malu bersinar siap menerangi bumi. Coba mulai ke luar rumah, melihat rumah dan mobil bertengger di car port, walaupun keduanya belum lunas, tapi saya bersyukur bisa memilikinya. Terkadang agak... Continue Reading →
Hidup bagaikan Roda berputar (lanjutan life’s unfair)
Kata orang hidup bagaikan roda. Saya pernah merasakannya hari kamis kemarin. Pagi-pagi saya harus menghadapi wawancara di salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Alhamdulillah lancar :). Siangnya, mendadak harus mewawancarai calon penerima beasiswa S2 Nasional SF gara-gara salah satu temen saya mendadak ada urusan. So, di hari yang sama saya mengalami dua posisi yang berlawanan:... Continue Reading →
It’s unfair! Sebuah pembelajaran tanpa akhir tentang Ikhlas
Kurang lebih tiga minggu yang lalu saya mempertahankan thesis saya dalam sidang yang cukup bersejarah. Saya adalah orang pertama yang sidang di angkatan saya. Penyidangnya adalah orang-orang "maut", yaitu Bpk Daniel Rembeth (CEO the Jakarta Post, lulusan Haas Business School) sebagai pembimbing, Bpk Albert Wijaya (Akademisi, lulusan Princeton kalo nggak salah), dan Bpk Alberto Daniel... Continue Reading →
Gubuk dengan Seribu Cermin
Di tengah hutan (jangan tanya hutan apa, namanya juga dongeng - red), terdapat sebuah gubuk yang berisi penuh dengan cermin. Konon, tidak ada yang tahu, siapa pemilik gubuk tersebut, dan darimana cermin-cermin itu berasal. Suatu hari, ada seekor anjing liar yang masuk ke gubuk tersebut. Dia heran...lho, kok banyak anjing lain di dalam rumah itu?... Continue Reading →
