Our Iceberg is Melting

Apakah Anda pernah membaca buku legendaris karya John Kotter "Leading Change"? Dalam bukunya yang terbaru, Kotter (inget ya, bukan Kotler yang ahli pemasaran itu loh) mencoba menjelaskan proses memimpin perubahaan dalam perusahaan dalam bentuk cerita. Dikisahkan sebuah koloni pinguin di kutub selatan. Mereka hidup damai dalam sebuah gunung es bertahun-tahun. Salah satu anggotanya, Fred, seekor... Continue Reading →

No Excuse Leadership

Buku ini lebih banyak menceritakan bagaimana seorang Ranger menghadapi latihannya yang sangat keras. Dari cerita-cerita tersebut, kita akan mendapatkan insight, bagaimana seorang leader terbentuk dari latihan keras tersebut. Dari berbagai insight yang diperoleh para penulis di buku ini, didapat beberapa sifat yang dibutuhkan oleh pemimpin, yaitu: 1. Persistent (gigih) 2. Rendah hati 3. Terfokus pada... Continue Reading →

Hitler dari sisi yang lain

* Bercita-cita jadi seorang Pelukis/Seniman. Tetapi Ayahnya ingin dia jadi Pegawai Negeri sehingga dia dipukuli terus menerus dan dimasuki ke sekolah akademik dan bukan seni. *Ibunya selalu menginginkan yang terbaik buat Hitler dan memberikan kasih sayang yang besar untuk Hitler. Ibunya selalu memeluk Hitler sehabis dipukuli ayahnya dan Sepanjang hidupnya Hitler selalu membawa foto ibunya... Continue Reading →

Bersikap “Principle Centered”

“Mas, sampeyan sebagai pemimpin harus mampu bersikap Principle Centered…” begitu kata salah seorang teman kepada saya suatu ketika. Berkata dengan begitu bersemangat. Hmm, principle centered? Apa itu? ”Berpusat kepada prinsip”!? Sesuatu yang membuat saya harus tercenung pagi itu. Terlepas dari teman saya ini tahu betul akan maksud ’Principle Centered’ seperti maunya Stephen Covey, bagaimana pun,... Continue Reading →

Pantaskah jadi bos?

Ayah saya selalu mengingatkan saya agar berkata dan bersikap pantas layaknya seorang bos. Dalam beberapa kesempatan, saya menggunakan kata gue dalam keseharian, teguran itu selalu muncul. Terus terang saya sudah merasa iritated dengan teguran itu. Ya, saya tahu, nasihat tersebut 100% benar. Mario Teguh pun menasihatkan hal yang sama: pantaskanlah diri kita untuk menerima yang... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑