Mau percaya diri? Sayangi dirimu dulu!

Pagi ini aku berdiskusi cukup mendalam dengan seorang sahabat yang melakukan coaching dengan diriku. Obrolan mengalir dan mengerucut pada cerita bagaimana dia mengalami kesulitan menuntaskan tugas yang terkait dengan orang lain. Ketika saya apresiasi hasil kerjanya, dia bilang bahwa pekerjaan tersebut ada campur tangan saya dan orang lain. Dia bilang bahwa pekerjaan tersebut masih belum memuaskan, karena masih ada yang harus dilakukan dan itu sangat tergantung orang lain.

Untuk membangun hubungan kerja dengan orang lain, dia merasa tidak ada hambatan. Tapi saya bilang bahwa untuk mendapatkan kelancaran dalam pekerjaan, hubungan jangan hanya bicara pekerjaan saja, tapi kita juga harus membangun hubungan personal dan informal dengan semua stakeholder. Jangan membangun hubungan ala agen asuransi, yaitu hanya menghubungi ketika ada perlunya saja. Dia bilang memang sulit sekali membangun hubungan informal dengan orang lain.

Dari diskusi saya melihat bahwa salah satu akar masalah dia sulit membangun hubungan dengan orang adalah kurangnya rasa percaya diri. Rasa percaya dirinya ternyata sangat tergantung dari kesuksesannya. Jadi, kalau pekerjaannya tidak sukses, dia akan langsung merasa turun rasa percaya dirinya. Dan ketika saya challenge, apakah dia bisa mengendalikan hasil dan kesuksesan, dia bilang ternyata nggak. Dan ketika saya tanya, apakah ada hal yang sepenuhnya berada di dalam kendali kita? Apakah itu pikiran kita? Perasaan kita? Tindakan kita? Ternyata di dunia ini tidak ada satupun yang berada dalam kendali kita secara penuh. Dan dalam diskusi tadi pun, dia ternyata masih merasa kurang sukses karena keberhasilan tugasnya itu juga mendapatkan bantuan dari orang lain. Dari sini akhirnya dia sadar, bahwa apapun yang terjadi pasti ada unsur yang tidak dapat dikendalikan, baik itu keberhasilan, maupun kegagalan. Satu hal yang pasti, dengan memahami tidak ada yang bisa dikendalikan, dia sudah menggugurkan statement bahwa kepercayaan diri tergantung dari sukses tidaknya yang dilakukannya.

Kemudian diskusi berlanjut tentang penerimaan diri. Setelah tahu tidak ada yang bisa kita kendalikan, pertanyaan berikutnya adalah apakah kita bisa menerima diri apa adanya? Apa self talk yang diberikan ketika kita sukses atau gagal? Dia bilang akhir-akhir ini self talk yang diberikan kepada dirinya adalah “ayok keluar, ketemu orang”. Iya, sebelumnya dia cerita bahwa dalam kondisi ketidak suksesan yang dia rasakan, akhirnya dia menarik diri. Menjadi manusia gua katanya. Pertanyaan mendasarnya adalah, apakah dia menerima dirinya secara penuh bahwa dia adalah ”manusia gua”? Pertanyaan itu sulit dijawab, dan harus direnungkan secara penuh. Karena “self critic” yang dilakukannya tadi yang memaksa dia untuk keluar dari gua-nya, mengindikasikan bahwa dia tidak menerima dirinya apa adanya, bahwa dia adalah manusia gua. Saya percaya bahwa kunci untuk menjadi percaya diri adalah menerima diri apa adanya. Netral, proporsional, kalau ada yang bagus dihargai, kalau ada yang kurang, belajar.

Saya jadi teringat satu lagu, one of song of my life yang judulnya the greatest love of all. Di dalam lagu itu ktia diminta untuk mencintai diri kita apa adanya, karena itu adalah the greatest love of all. Nah kalo ini mungkin buat saya the second greatest love of all, karena the greatest one is only for God.

… I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children’s laughter remind us how we used to be

… Everybody searching for a hero
People need someone to look up to
I never found anyone who fulfill my needs
A lonely place to be
And so I learned to depend on me

… I decided long ago
Never to walk in anyone’s shadows
If I fail, if I succeed
At least I’ll live as I believe
No matter what they take from me
They can’t take away my dignity

… Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me
The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of all

… I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children’s laughter remind us how we used to be

… I decided long ago
Never to walk in anyone’s shadows
If I fail, if I succeed
At least I’ll live as I believe
No matter what they take from me
They can’t take away my dignity

… Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me

… The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
Is the greatest love of all

… And if, by chance, that special place
That you’ve been dreaming of
Leads you to a lonely place
Find your strength in love

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: